Penglihatan di Tahun 90-an
Ini adalah pergumulan paling lama untuk menuliskan penglihatan yang Tuhan berikan kepada saya pada tahun 1990an. Masih kuat terekam di benak saya detail-detail penglihatan itu walau sudah hampir 30 tahun yang lalu.
Dalam penglihatan itu saya melihat saya sedang di dalam mobil menuju ke pelabuhan tua. Sekitar 300 meter dari gerbang pelabuhan saya melihat gelombang tinggi yang melebihi tinggi wuwungan gudang-gudang tua melanda pelabuhan itu.
Bertahun-tahun sejak penglihatan yang mengerikan itu, saya selalu menghindar untuk pergi ke daerah pelabuhan itu.
Belasan tahun kemudian barulah saya berani untuk ke daerah pelabuhan untuk makan pangsit mie atau soto ayam kampung yang merupakan makanan khas di sana. Tetapi penglihatan itu tidak pernah hilang sedikitpun dari ingatan saya.
Ketika berkali-kali gempa bumi memporak-porandakan, penglihatan itu justru menjadi makin kuat terbayang lagi. Dan detailnya semakin jelas di pelupuk mata.
Dalam roh saya merasa apa yang Tuhan perlihatkan hampir 30 tahun lalu semakin mendekati penggenapan.
Pada saat gempa-gempa yang berpusat di pantai utara pulau terjadi, roh saya mendapat kesan bahwa pusat gempa akan berpindah ke pantai selatan pulau dan pada saat pusat gempa ada di satu titik di selatan di antara dua pulau dengan pulau yang di timur memiliki tiga belas pulau kecil dan pulau yang di barat memiliki tiga pulau kecil dan dua pulau kecil yang menempel ke pulau induk, apa yang Tuhan perlihatkan itu akan terjadi.
Melewati pergumulan panjang untuk menuliskan penglihatan tentang malapetaka ini, tetapi saya melihat gerakan lempeng bumi semakin menuju ke titik dimana roh saya mendapat impresi sebagai pusat penyebab gelombang besar itu. Kiranya Tuhan masih berbelas kasihan.