Penglihatan 3 April dini hari
Ada beberapa pokok doa yang saya naikkan di jam doa pribadi itu termasuk masih mendoakan keluarga yang sedang menghadapi perkara pembagian warisan yang sudah naik sampai pengadilan.Tidak ada penyataan yang spesifik sampai selesai doa. Kemudian saya istirahat kembali dan Tuhan memberi penglihatan mimpi yang jelas dan detail. Saya melihat sebuah pesawat dari satu maskapai penerbangan. Sebuah pesawat jet penumpang narrow body dengan mesin di belakang. Tipe pesawat ini mudah diingat karena pertengahan 90-an kalau marketing ke Singapore mesti naik Fokker 100 yang mesinnya di belakang persis seperti penglihatan ini. Ada juga pesawat dari produsen lain seperti MD 90, MD 92, Embraer Bombardier yang mesinnya juga di belakang.
Pesawat itu terbang dan dalam masalah, pesawat meliuk-liuk, kemudian terbalik, tetapi masih bisa terbang. Pilotnya berusaha mengendali pesawat itu dan berhasil membalikkan kembali pesawat, tetapi pesawat itu tetap tidak bisa dikendalikan. Meliuk-liuk dan meluncur menghantam bumi dan terbakar hebat. Dalam penglihatan ada percikan api yang mengenai pipi saya, dan saya terbangun. Jam menunjukkan sekitar jam 04.05 menit pagi ketika saya terbangun karena mimpi itu.
Penglihatan bisa bermakna hurufiah yang tidak perlu ditafsirkan lagi, tetapi juga ada penglihatan simbolis yang butuh pengungkapan lebih lanjut akan makna dan artinya.